Perkumpulan Wallacea Palopo

Selama kurun 17 bulan terakhir, Masyarakat Adat di Kabupaten Luwu Utara mampu membuktikan bahwa sistem pengelolaan sumberdaya alam, khususnya hutan yang mereka lakukan selama ini mempunyai nilai kelestarian tinggi.

Berbagi artikel ini:
Pin It

Belum lama ini, tiga lokasi hutan adat di 2 kecamatan di Kabupaten Luwu Utara, yaitu hutan adat Pangngala Mandalan dan Panggala di Desa Lodang dan hutan adat Passapa’ Tua di Desa Hono Kecamatan Seko, serta hutan adat Pangngala Ijagai di Desa Kalotok Kecamatan Sabbang telah mendapat sertifikasi Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat Lestari (PHBML) berdasarkan standar LEI (Lembaga Ekoltabel Indonesia). Seritifikasi hutan adat yang diberikan ke 3 lokasi di Kabupaten Luwu Utara merupakan yang keempat setelah yang pertama hutan adat Sungai Utik Desa Batu Lintang, Kecamatan Embaloh Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Berbagi artikel ini:
Pin It

Perkumpulan Wallacea inisiasi dialog dengan berbagai elemen mahasiswa yang tergabung dalam aliansi seko menggugat dan beberapa wartawan kota palopo, Kamis (28/12/17) pukul 20.00 di Teras Agatis, Kel Balandai, Kec Bara, Kota Palopo.

Dalam pertemuan tersebut Koordinator Devisi PH2R Perkumpulan Wallacea Rais Laode Sabania selaku pembicara pada dialog tersebut banyak memberikan pemahaman tentang Universal Periodic Review (UPR) .

Berbagi artikel ini:
Pin It