WALLACEA.OR.ID, MASAMBA - Perkumpulan Wallacea bersama USAID MADANI-FHI360 memfasilitasi penyusunan Rencana Kerja Penguatan Kapasitas Forum (RKPKF)-Isu Tematik, dan memvalidasi hasil pengukuran IKF Simpul Belajar Lamaranginang dalam merespon isu tematik transparansi dana desa di Kabupaten Luwu Utara yang dilaksanakan pada tanggal 23 November 2020 lalu.

Ketua Simpul Belajar Lamaranginang, Ir. Abdul Azis, M. H. menyampaikan, kegiatan ini menjadi motivasi anggota dan bagian dari peningkatan kapasitas simpul dalam merumuskan rencana penguatan kapasitas simpul sesuai isu tematik kedepannya yang akan dimulai dengan penajaman hasil pengukuran indeks kinerja forum/simpul, dan merumuskan program kerja simpul itu sendiri.

Ketua Simpul Belajar Lamaranginang, Ir. Abdul Azis, M. H.

 

Sebelumnya, Simpul Belajar Lamaranginang telah melakukan analisis kondisi dari penggunaan dana desa di Luwu Utara. Sekarang masih perlu penajaman lagi dan merampungkan dalam bentuk kegiatan. Selain itu, hasil dari pengukuran Indeks Kinerja Forum yang diperoleh pada bulan lalu akan divalidasi supaya mendapatkan hasil yang menggambarkan kondisi sesungguhnya. Misalnya, salah satu kelemahan dari simpul adalah keahlian teknis dan jejaring. ‘’Kita berharap apa yang dihasilkan ini akan mempertajam visi misi dari simpul belajar,’’ ujar Sahaka, FC MADANI Luwu Utara.

Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk diskusi perumusan rencana penguatan kapasitas organisasi terkait issu tematik ini sebagian besar penguatan kapasitas yang diperoleh dari hasil pengukuran IKF-Isu Tematik, dan menyelesaikan kerangka logik masalah utama dana desa yang sudah dibahas pada pertemuan lalu, seperti penentuan kegiatan dan indikator capaian.

Fokus ke KKP dan Penyandang Disabilitas di Desa

Pada penyusunan Rencana Kerja Penguatan Kapasitas Forum (RKPKF)-Isu Tematik, Kabid Ekonomi Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Luwu Utara, Andi Awaluddin Paso menyarankan pentingnya memfokuskan kelompok sasaran yang akan dikuatkan pada saat advokasi transparansi dana desa di Kabupaten Luwu Utara. ‘’Diskusi ini perlu lebih dipertajam lagi. Kehadiran kita ini menjadi bentuk komitmen bersama membangun Simpul Belajar Lamaranginang untuk mencapai visi dan misi yang telah dirumuskan bersama,’’ ujar Andi Awal Paso.

Proses Penyusunan Rencana Kerja Penguatan Kapasitas Forum (RKPKF)-Isu Tematik

 

Lebih jauh, Andi Awal memberi masukan agar USAID MADANI dan Simpul Belajar Lamaranginang untuk memikirkan bagaimana menentukan fokus yang akan disasar terkait isu tematik. Menurutnya, jika melihat tujuan yang disepakati untuk mengawal isu tematiknya yaitu untuk memperkuat kapasitas dan partisipasi masyarakat dalam transparansi dana desa, maka sebaiknya mempersempit di kelompok sasaran kepada Kepala Keluarga Perempuan dan Penyandang Disabilitas. ‘’Sebaiknya kelompok sasarannya lebih fokus. Penguatan partisipasi kelompok itu akan membantu dalam pencapaian pembangunan desa yang inklusif. Tinggal bagaimana teman-teman memastikan strategi advokasi dan pengawalannya di lapangan,’’ ungkapnya.

Hasil Pengukuran IKF

Sebagai forum belajar yang masih baru, Simpul Belajar Lamaranginang masih perlu untuk banyak memperkuat diri baik secara kapasitas teknis, keterampilan maupun pengetahuan anggota dan secara simultan memperkuat kelembagaan simpul sendiri. Hal ini sesuai dengan hasil pengukuran IKF diperoleh skor posisi forum 1,80. Ini berarti Simpul Belajar Lamaranginang masih berada pada posisi NASCENT (Level 1) yang berarti butuh intervensi yang lebih kepada peningkatan kapasitas internal forum terutama dalam hal efektifitas, efisiensi internal sistem forum, dan penguatan SDM untuk mengelola system tersebut.

Mengukur Indeks Kinerja Forum dengan menggunakan platform googleform

 

Dari hasil pengukuran Indeks Kinerja Forum dengan menggunakan platform googleform, terdapat 11 subdomain yang skoringnya masih (lemah atau kurang), yaitu: 1). Suara dan akuntabilitas, 2), Kelompok kerja terbentuk. 3), Pemantauan dan evaluasi, 4). Kesadaran masyarakat, 5). Mekanisme komunikasi, 6). Keterampilan anggota simpul, 7). Keterlibatan anggota, 8). Membangun aliansi, 9). Pertukaran pengetahuan, 10). Inovasi dan eksprimen, 11). Kapasitas pengembangan organisasi, dan 12). Lingkungan pendukung.

Sedangkan 2 subdomain yang di atas skor 2 atau agak baik, yaitu: 1). Strategi taktik, dan 2). Sumberdaya. Namun bukan berarti, tidak perlu lagi dilakukan intervensi terhadap kedua subdomain tersebut.

Review hasil IKF dan pengukuran ulang pengisian Platform IKF-googleform secara online

 

Hasil itu diperoleh setelah dilakukan review hasil IKF dan pengukuran ulang pengisian Platform IKF-googleform secara online. Hasil pengukuran IKF ini yang akan dianalisis lagi sinkronisasinya dengan area pengembangan kapasitas yang disiapkan oleh Technical Assistance (TA) atau Srevice Provider (SP) MADANI-USAID-FHI360 untuk menjadi patokan penentuan Rencana Aksi Simpul Belajar Lamaranginang yang dibuat berdasarkan 5 domain yaitu: 1. Tata Kelola dan Pengorganisasian, 2. Manajemen Kolaboratif, 3. Sistem Komunikasi dan Hubungan Jaringan, 4. Keahlian Teknis Jaringan atau Anggota, dan 5. Sumberdaya.(*)

Berbagi artikel ini:
Pin It